Skip navigation

Negara bertanggung jawab dalam menyediakan “Pekerja Yang Handal”, dan pada kenyataannya hingga saat ini pemerintah (negara) masih ‘bermasalah’ dengan, jangankan Tenaga Kerja, Pendidikan sebagai Induk Semang Kebudayaan, pemerintah harus masih mengenyam lagi untuk berkuliah di “Universitas Kehidupan”, agar mampu memahami korelasi antara Pendidikan dan Kehidupan yang hakiki. setelah memahami, selanjutnya melakukan tindakan yang seharusnya terhadap apapun yang terkait Dunia Pendidikan.

Dan tenaga kerja yang sedang diperbincangkan, masih membutuhkan satu abad lagi agar kewibawaan bangsa Indonesia tidak lagi diinjak-injak bangsa asing ataupun bangsa sendiri.

Peserta Didik akan memiliki Karakter PEMIMPIN jika:

1. memiliki Karakter dan Pribadi unggul

2. mampu kreatif & membuat rencana hidup yang baik

3. mampu memotivasi diri dengan baik

4. memiliki kecerdasan emosi yang baik (Tekun, Sabar, Yakin dan Percaya Diri)

5. Mampu bekerja sama dengan baik dan benar

6. Memiliki berbagai Ketrampilan Hidup (Life Skills)

7. Memiliki Daya Cipta dan Imajinasi yang Baik

8. Memiliki apresiasi terhadap Sains, Teknologi dan Seni

9. Memiliki inisiatif tinggi, kreatif dan cerdas.

10. Memiliki daya tahan mental yang kuat terhadap beban stress.

11. Memilki kemampuan Memimpin yang Baik dan Benar

12. Memiliki kemampuan Memecahkan Masalah (Problem Solving)

Jika tidak, maka Peserta Didik akan memiliki dan menjadi Pribadi yang BERKARAKTER PEKERJA.

Dalam Hidup terdapat PILIHAN.

Tua dan Mati adalah KEPASTIAN. SUKSES adalah PILIHAN, dari itu KATAKAN BAHWA SUKSES ADALAH PILIHAN HIDUP DAN HAK SAYA.

Salam.

Safrin Heruwanto

Oleh: Sapto Waluyo (Direktur Center for Indonesian Reform)

Masyarakat sekali lagi menyaksikan peristiwa mengejutkan seputar penanganan tersangka teroris. Kali ini penyergapan di Dusun Beji, Kecamatan Kedu, Temanggung, Jawa Tengah. Bersamaan dengan itu, ada penangkapan di Koja, Jakarta Utara dan Mampang, Jakarta Selatan, serta pengepungan di Jatiasih, Bekasi. Dahsyatnya, penyerbuan di Temanggung diliput langsung secara luas oleh media massa dalam dan luar negeri. Sementara operasi di Jatiasih hanya diketahui hasil akhirnya. Padahal, jika ditelusuri pengakuan Polisi, maka operasi Jatiasih mestinya lebih seru dan lebih urgen dari Temanggung. Di Jatiasih Polisi harus menembak dua orang pelaku hingga tewas, sebab konon mereka akan melemparkan bom. Rumah yang terletak di kompleks Puri Nusaphala Blok D 12 itu konon pula pintunya telah dipasangi jebakan bom, sehingga penghuninya biasa masuk lewat jendela, Rumah itu diduga menjadi safe house Noordin M. Top setelah pemboman hotel J.W. Marriott dan Ritz Carlton (17/7).

Di rumah itu, Polisi menemukan 500 kilogram bahan peledak. Bom itu diracik, lagi-lagi menurut Polisi, untuk menyerang kediaman Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Aneh betul, mengapa wartawan luput untuk meliput penyergapan di Jatiasih dari detik ke detik, sementara mereka dengan sigap telah berada di desa Beji, Temanggung beberapa jam sebelum momen penyergapan. Siapa saja sesungguhnya yang mengetahui informasi tentang rencana penyergapan dan siapa pula yang membocorkannya secara selektif kepada pers? Dari sinilah kita dapat mengukur efek dari operasi penyergapan terhadap kebijakan kontra-terorisme secara komprehensif, terutama pembentukan opini publik terhadap kinerja aparat penegak hukum.

Operasi di Temanggung sebenarnya biasa-biasa saja, tak ada hal istimewa, jika tidak didramatisasi media televisi yang dikenal memiliki hubungan khusus dengan pihak Kepolisian. Seorang tersangka teroris terperangkap di sebuah rumah di tengah persawahan dan di tepi jalan desa. Ia dikepung puluhan aparat dan dibombardir selama 17 jam. Tak terlihat perlawanan setimpal. Jika ada aparat yang berhati-hati menerobos pintu rumah, itu memang prosedur yang seharusnya ditempuh untuk memasang bom. Bila ceroboh, maka aparat sendiri yang akan terkena ledakan, seperti terjadi pada pelatihan keamanan di perairan Bitung, Sulawesi Utara. Sementara, robot pengintai canggih buatan LIPI tak sempat merekam kondisi aktual di dalam rumah, sehingga tak tergambar jelas bagaimana keadaan dan perlawanan tersangka sebenarnya. Itu benar-benar peristiwa biasa, lebih mirip latihan untuk menangkap teroris seperti dilakukan pasukan TNI dan Polri selama ini. Sangat berbeda, misalnya, dengan peristiwa pembebasan sandera di dua hotel di Mumbai, Taj Mahal dan Oberoi Trident, yang menewaskan 101 warga. Korban sangat banyak, karena serangan teror pada 26 November 2008 itu dilakukan simultan di stasiun kereta dan restoran. Tragedi Mumbai terekam dalam CCTV dan kamera pers yang tak pernah menduga sebelumnya.

Operasi Temanggung juga berbeda dengan pembebasan sandera di sebuah gedung teater di Moskwa, Rusia, pada 25 Oktober 2002. Sedikitnya 150 tewas, termasuk 40 penyandera, yang sempat terekam CCTV secara tak sengaja. Tak ada hero dalam kedua rekaman itu, tak ada pihak yang perlu diberi ucapan selamat, karena kekerasan yang berlangsung alami jelas tragedi bagi korban atau pelakunya sendiri. Penyergapan di Temanggung memang khas made in Indonesia, seperti juga penangkapan Dr. Azhari Husein di kota Batu, Malang (9 November 2005) dan penyergapan kelompok teroris di Wonosobo, Jawa Tengah (29 April 2006). Dalam penangkapan di Malang, tiga orang dinyatakan tewas, termasuk Azahari yang digelari media sebagai ‘doktor peracik bom’. Saat itu, Polisi menolak untuk melakukan tes DNA, karena identifikasi fisik dan sidik jari Azahari sudah dinilai lebih dari cukup, walaupun banyak pihak meragukannya.

Keluarga Azahari yang datang langsung dari Malaysia, akhirnya membuat pernyataan tertulis setelah dua jam memeriksa jenazah Azahari. Sementara operasi di Wonosobo menyebabkan dua orang tewas, namun Noordin Top dinyatakan lolos. Tak ada kontraversi seputar tes DNA atau pemeriksaan fisik jenazah murid Noordin, tetapi liputan khusus media ternyata hanya diberikan kepada satu stasiun televisi saja. Bak hak siar khusus pertandingan olahraga. Dalam hal itu tampaknya Polisi tak punya prosedur standar mengenai tindakan represif untuk memberantas terorisme, terutama mekanisme publikasi atas operasi yang sedang atau telah dilakukan.

Otoritas istimewa jelas dimiliki Detasemen Khusus Antiteror 88 yang dibentuk Mabes Polri pasca peristiwa Bom Bali I (2002). Demi mengejar target penangkapan, maka kebebasan warga sipil yang belum tentu bersalah dan hak publik untuk mendapat informasi yang obyektif dan akuntabel sering dinomorduakan. Kontraversi pasca penyergapan kemudian berpusat pada identifikasi mayat yang ditemukan di rumah Djahri di Temanggung. Apakah mayat itu benar-benar Noordin yang diburu atau orang lain yang sengaja dikorbankan? Selama tiga hari penuh, polisi membiarkan kontraversi itu, meski sejumlah pengamat luar negeri (Rohan Gunaratna cs) mengaku telah mendapat bocoran hasil forensik sidik jari, sampai akhirnya polisi mengumumkan bahwa Ibrohim adalah mayat yang ditemukan di Temanggung. Masyarakat tersedot perhatiannya pada obsesi Polisi untuk membekuk Noordin, sehingga lupa akan hak Djahri dan isterinya yang sudah tua untuk diperlakukan sebagai warga normal sesuai asas praduga tak bersalah.

Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin sampai harus berkomentar bahwa Djahri seorang petani biasa, mantan pegawai Departemen Agama yang diperbantukan sebagai guru di sekolah Muhammadiyah. Din tampak kikuk, karena sebelumnya bersuara kritis terhadap insiden bom Marriott yang menewaskan 9 orang, tapi tak berpengaruh apa-apa terhadap puluhan aparat CIA yang kabarnya menginap di hotel itu. Polisi seakan membiarkan asumsi yang berkembang liar bahwa keluarga Djahri adalah pelindung teroris, hanya karena anaknya (Tatang Lusianto) pernah ditahan selama sebulan dengan sangkaan terlibat terorisme. Sejak penangkapan itu, tiga tahun lalu, Djahri dan isterinya tak pernah bertemu muka dengan anaknya. Kondisi semacam itu membuat polisi dipersepsi menyembunyikan fakta penting, dan sengaja menumbuhkan rasa saling curiga di antara warga. Bukan ketenangan dan sikap waspada warga yang akan dicapai, melainkan rasa waswas dan saling mengintai.

Kasus penyergapan di Malang, Wonosobo dan Temanggung mengungkapkan Polisi lebih suka mengekspos tindakan represif. Kesan yang ingin ditampilkan adalah sikap tegas tanpa kenal ampun demi menepis keraguan masyarakat akibat kecolongan aksi teror sebelumnya. Ini mengingatkan kita pada reaksi sekelompok massa yang menghakimi seorang pencuri ayam hingga tewas. Tak peduli alasan mengapa ia mencuri dan siapa/apa yang mungkin “memaksanya” untuk mencuri. Dalam kasus terorisme yang penting bukan hanya menghabisi pelakunya, apalagi yang tergolong kelas teri, namun siapa mastermind (yang merencanakan dan mensponsori) dan apa tujuan politiknya.

Bila faktor penting itu tak bisa diungkap, maka teror akan terus membayangi. Pernyataan Kapolri yang menegaskan rencana teroris di Jatiasih untuk menyerang kediaman Presiden SBY dengan bom mobil bukan semata “fakta juridis”. Itu hanya pengakuan tersangka, dan sayangnya dua orang tersangka utama telah ditembak mati, sehingga tidak bisa dikonfrontasi dalam persidangan kelak.

Pernyataan Kapolri menimbulkan dampak lebih jauh, mungkin tak cukup disadari, bahwa itu berarti pergeseran target terorisme di Indonesia: dari ancaman terhadap kekuatan asing (biasanya diklaim sebagai hegemoni Amerika Serikat dan antek-anteknya) menjadi tekanan politik terhadap pemerintah domestik. Padahal, Presiden SBY telah dipercaya menduduki jabatan kedua kalinya oleh sedikitnya 60% pemilih dalam proses demokrasi yang aman. Presiden SBY juga didukung koalisi mayoritas partai-partai nasionalis dan Islam, disamping mendapat dukungan individual diam-diam dari kalangan lawan poliitik (PDIP dan Golkar). Apakah Kapolri hendak mencitrakan, betapa kondisi SBY amat rentan dan masih ada kelompok yang tidak puas dengan hasil pemilu, lalu mengambil jalan kekerasan? Sebelumnya SBY sendiri menunjukkan dirinya menjadi target penembakan teroris dalam pelatihan di Kalimantan Timur berdasarkan “bukti intelijen”.

Namun, foto yang diungkapkan saat konperensi pers itu dikritik sebagai foto lama yang telah beredar di Komisi I DPR beberapa tahun lalu. Foto serupa juga pernah dibahas para mahasiswa S. Rajaratnam School of International Studies (RSIS), Singapura, dua tahun lalu. Para petinggi TNI dan Polri yang acap berseminar di Singapura, termasuk putra SBY yang sempat kuliah di RSIS, pasti pernah mengetahuinya.

Kapolri mungkin hendak memperkuat bukti intelijen yang kadaluarsa dengan fakta juridis yang sayangnya rawan diperdebatkan. Operasi penyergapan yang menimbulkan kontraversi mestinya menyadarkan aparat keamanan, bahwa tindakan represif saja tak cukup, apalagi dilakukan dalam nuansa kejar setoran. Perlu diakukan evaluasi total terhadap kebijakan kontra-terorisme selama ini yang bertumpu pada operasi Densus 88.

Boaz Ganor (2005) mengingatkan para penentu kebijakan kontra-terorisme agar lebih dulu merumuskan: apa sebenarnya tujuan utama untuk memerangi terorisme di era global? Ambil contoh, pemerintah Singapura, kebijakan kontra-terorismenya selama ini bertujuan mengontrol potensi instabilitas yang muncul dari keterlibatan puak Melayu dalam isu-isu penindasan global umat Islam. Tak pernah terdengar pemerintah Singapura menindak anggota teroris dari kalangan etnik Cina atau India. Pemerintah Malaysia menekan kelompok militan, yang dicap teroris, karena berkolaborasi dengan kalangan oposisi. Demikian pula, pemerintah Filipina bersikap keras terhadap kelompok teroris yang diidentikkan dengan kaum minoritas Muslim di wilayah Selatan. Kebijakan kontra-terorisme setiap negara selalu terkait dengan kepentingan nasionalnya. Lalu, apa tujuan dan kepentingan nasional di balik kebijakan kontra-terorisme kita saat ini? Hal itu sering dipidatokan para elite politik, tapi tak terungkap dalam tindakan aparat.

Ganor lebih jauh menyebut tiga tujuan utama kebijakan kontra-terorisme yaitu: “eliminating terrorism acts, minimizing damage caused by terrorism, and preventing the escalation of terrorism”. Mengeliminasi aksi terorisme dengan tindakan represif yang terukur dan proses peradilan yang terbuka. Namun, meminimalisasi dampak yang ditimbulkan aksi terorisme tak hanya menyangkut aspek keamanan dan hukum, melainkan juga aspek sosial-ekonomi. Terlebih lagi, mencegah perkembangan gejala terorisme harus dimulai dari penanaman nilai kebangsaan/keagamaa n yang terbuka, serta pendidikan kewargaan. Jika Densus 88 benar-benar ingin memberantas terorisme, maka Noordin harus ditangkap hidup-hidup agar bisa diperiksa tuntas di peradilan dan dihukum sesuai dengan perbuatannya.

Tak ada hero dengan membunuh Noordin. Itu saja belum cukup, Polri juga harus mendesak pemerintah Filipina agar segera mengekstradisi Agus Dwikarna yang ditahan sejak Maret 2002 atas mission order dari petinggi intelijen Indonesia, sehingga bisa diperiksa ulang di Indonesia sesuai dengan kesalahannya. Lebih vital lagi, Presiden SBY harus meminta Presiden Barack Obama untuk mengirimkan Hambali alias Riduan Hisamudin alias Encep Nurjaman ke Indonesia, sehingga bisa dibongkar habis jaringan teroris sejak Bom Natal 2000.

Semua itu harus dilakukan agar masyarakat mengetahui kebenaran dan kepalsuan di balik kebijakan kontra-terorisme, sehingga tak ada seorang elite pun yang menarik keuntungan dari isu teror berkelanjutan. Dalam kesaksiannya di penjara Guantanamo dua tahun lalu, Hambali membantah keterkaitannya dengan jaringan Al-Qaidah dan menyatakan telah keluar dari Jemaah Islamiyah sejak tahun 2000.

Bila pengakuan ini dan banyak lagi fakta lain bisa diungkap di peradilan Indonesia, maka kebijakan kontra-terorisme dapat disusun ulang untuk memenuhi kepentingan nasional yang genuin dan melindungi keselamatan warga secara lebih obyektif.***

*) Alumni RSIS Singapura, pernah mengikuti Advanced Course on Counter-Terrorism (2007).

Sebuah Renungan tentang keSUKSESan

Kelvin Hui adalah seorang Web Publishing Businessman (Founder dari ambatch.com dan SEO Master), yang berhasil mendapatkan kontrak dengan Yahoo! senilai 20 juta dollar hanya untuk mempromosikan Yahoo! Di Hongkong, Korea, dan Jepang selama tiga tahun!

Yang menarik, manusia ini justru sangat-sangat sederhana dalam berpakaian, tutur katanya sangat halus namun penuh kebijaksanaan yang membuat pemikiran saya berubah 180 derajat tentang keSUKSESan.

SUKSES itu sederhana, SUKSES tidak ada hubungannya dengan menjadi kaya raya, SUKSES itu tidak serumit/serahasia seperti kata Robert Kiyosaki/Tung Desem Waringin. SUKSES itu tidak perlu dikejar, SUKSES adalah ANDA! Karena keSUKSESan terbesar ada pada diri Anda sendiri…

  • Bagaimana Anda tercipta dari pertarungan jutaan sperma untuk membuahi satu ovum, itu adalah SUKSES pertama Anda!
  • Bagaimana Anda bisa lahir dengan anggota tubuh yang sempurna tanpa cacat, itulah keSUKSESan Anda yang kedua…
  • Ketika Anda ke sekolah, bahkan bisa menikmati studi S1 di saat setiap menit ada 10 siswa yang drop out karena tidak mampu bayar SPP, itulah SUKSES Anda yang ketiga…
  • Ketika Anda bisa bekerja di perusahaan di bilangan segitiga emas, di saat 46 juta orang lainnya menjadi pengangguran, itulah keSUKSESan Anda yang keempat…
  • Ketika Anda masih bisa makan tiga kali sehari, di saat ada tiga juta orang yang mati kelaparan setiap bulannya, itulah keSUKSESan Anda yang kelima…

SUKSES terjadi setiap hari, dan Anda tidak pernah menyadarinya…

Saya sangat tersentuh ketika menonton film “Click!” yang dibintangi oleh Adam Sandler, “family comes first,” begitu kata-kata terakhirnya kepada anaknya sebelum ia meninggal…

Saking sibuknya Adam Sandler dalam mengejar keSUKSESan, ia sampai tidak sempat meluangkan waktu untuk anak-istrinya, bahkan tidak sempat menghadiri pemakaman ayahnya, keluarganya berantakan, istrinya yang cantik menceraikannya, dan anaknya tidak mengenal siapa ayahnya…

SUKSES selalu dibiaskan oleh penulis buku laris supaya bukunya bisa terus-menerus menjadi best seller dengan membuat keSUKSESan menjadi suatu hal yang rumit dan sukar diperoleh…

SUKSES tidak melulu soal harta, rumah mewah, mobil sport, jam Rolex, pensiun muda, menjadi pengusaha, punya kolam renang/helikopter, punya istri cantik seperti Donald Trump, resort mewah di Karibia, dll.

Tapi buat saya pribadi yang bisa hidup dengan sangat berkecukupan, saya rasa SUKSES memiliki arti yang berbeda…

SUKSES adalah mencintai dan bangga terhadap diri Anda sendiri, mengerjakan apa yang Anda sukai kapan saja dan di mana saja…

SUKSES sejati adalah hidup dengan penuh syukur atas segala rahmat Tuhan, SUKSES sejati adalah menikmati dan bersyukur atas setiap detik kehidupan Anda. Pada saat Anda gembira, Anda gembira sepenuhnya. Pada saat Anda sedih, Anda sedih sepenuhnya, setelah itu Anda harus bersiap lagi menghadapi episode yang baru.

SUKSES sejati adalah hidup benar di jalan Allah, hidup baik, tidak munafik, tidak menipu, apalagi scam; saleh, dan selalu rendah hati.

SUKSES itu tidak lagi menginginkan kekayaan ketimbang kemiskinan, tidak lagi menginginkan kesembuhan ketimbang sakit. SUKSES sejati adalah bisa menerima sepenuhnya kelebihan, keadaan, dan kekurangan Anda apa adanya dengan penuh syukur.

Saya berani berbicara seperti ini, karena hidup yang saya alami adalah seperti roda pedati. Ketika masih mahasiswa, hidup saya begitu nelangsa cuma mampu makan nasi warteg satu kali sehari dengan menu nasi setengah + sayur gratis + tempe goreng. Tetapi ternyata nikmat makan di warteg kok sama saja bila dibandingkan ketika saya makan di restoran mewah di Amerika…

Saya pernah tidur di kolong langit, beralaskan tanah dan terpal, hujan kehujanan, panas kepanasan. Tetapi ternyata lelapnya saya tidur dulu kok bisa sama saja bila dibandingkan ketika saya tidur di hotel bintang 5 di Jepang…

Saya dulu pulang-pergi ke sekolah jalan kaki sejauh 40 km, memakai baju yang lusuh, tas yang kotor, dan alat tulis seadanya. Datang ke sekolah selalu menjadi bahan tertawaan teman-teman, tetapi kok sama saja enaknya ketika saya dijemput oom saya naik mercy, sama-sama sampai di tujuan ternyata…

Saya pernah diundang bos saya ke rumah barunya, untuk menikmati ruang auditoriumnya. Ada speaker untuk karaoke, ada tape untuk mendengarkan musik, ada home theater… Dia bilang harga speaker Thiel-nya untuk mendengarkan musik saja harganya 400 juta rupiah, saya disuruh mendengarkan waktu beliau memutar musik jazz, memang enak sekali, suara dentingan gelas dan petikan bass-nya bisa terdengar jelas, tapi kok setengah jam di situ, saya bosan juga. Sama nikmatnya dengan mendengarkan musik di komputer sendiri, speakernya cuma seharga 100 ribu rupiah…

Pernahkah Anda menyadari?

Anda sebenarnya tidak membeli suatu barang dengan uang. Uang hanyalah alat tukar. Anda sebenarnya membeli rumah dari waktu Anda.

Ya, Anda mungkin harus bekerja siang dan malam untuk membayar KPR selama 15 tahun atau membeli mobil/motor secara kredit selama tiga tahun.

Namun itu semua sebenarnya Anda dapatkan dari membarter waktu Anda sendiri, Anda menjual waktu Anda dari pagi hingga malam hari kepada penawar yang tertinggi, untuk mendapatkan uang agar bisa membeli makanan, membayar pulsa telepon dll…

Aset terbesar Anda bukanlah rumah atau mobil Anda, tetapi diri Anda sendiri.

Itu sebabnya mengapa orang pintar bisa digaji puluhan kali lipat daripada orang bodoh, karena semakin berharga diri Anda, semakin mahal orang mau membeli waktu Anda…

Itu sebabnya mengapa harga dua jam Robert Kiyosaki untuk berbicara di suatu seminar = 200 juta rupiah, atau harga 2 jam seminar Tung Desem Waringin mencapai 100 juta…

Itu sebabnya mengapa Nike berani membayar Tiger Woods dan Michael Jordan sebesar 200 juta dollar hanya untuk memakai produk Nike. Suatu produk menjadi mahal bukan karena merk-nya, namun karena produk tersebut dipakai oleh siapa…

Itu sebabnya bola basket bekas milik Michael Jordan bisa terjual 80 juta dollar, sedangkan bola basket bekas dengan merk yang sama bila dijual harganya justru Cuma 80 dollar saja.

Hidup ini lucu, kita seperti mengejar fatamorgana. Bila dilihat dari jauh, mungkin kita melihat air di kejauhan, namun ketika kita kejar dengan segenap tenaga dan akhirnya sampai di tujuan, yang kita lihat hanya pantulan sinar matahari saja…

Lucu, bila setelah membaca tulisan di atas, Anda masih mengejar fatamorgana tersebut ketimbang menghabiskan waktu Anda yang sangat berharga untuk sungkem kepada orangtua yang begitu mencintai Anda, memeluk hangat pasangan hidup Anda, mengatakan “I love you” kepada orang-orang yang Anda cintai: orang tua, suami/istri, anak, dan sahabat-sahabat Anda.

Lakukanlah selagi Anda masih punya waktu, selagi Anda masih sempat, Anda tidak akan pernah tahu kapan Anda akan meninggal, mungkin besok pagi, mungkin nanti malam, karena LIFE IS SO SHORT.

Luangkan lebih banyak waktu untuk melakukan hobi Anda, entah itu bermain bola, memancing, menonton bioskop, minum kopi, makan makanan favorit Anda, berkebun, bermain catur, atau berkaraoke…

Enjoy your life, because life is so short…

(adopted from mailing list)

Assalamu’alaykum Warrahmatullahi Wa Barakaatuh.

Qur’an Surat Al-Furqaan (25) ayat 2:

“Dia (Allah) telah menciptakan segala sesuatu dan sungguh telah menetapkannya (takdirnya)”.

Di dalam Rukun Iman, kita kenal ada Lima (5) Perkara yaitu:

1. Iman Kepada Allah

2. Iman Kepada Malaikat Allah

3. Iman Kepada Kitab-kitab Allah

4. Iman Kepada Nabi & Rasul-Rasul Allah

5. Iman Kepada Yaumil Qiyamah

6. Iman Kepada Qadha & Qadar.

Definisi IMAN adalah Ketetapan Hati, Ucapan dan Tindakan, yang lebih lanjut diartikan dan dipahami sebagai Ketetapan Hati yang menggema menjadi seluruh Ucapan dan berlaku menjadi seluruh Perbuatan. (Ibnu Majaah)

Dari definisi tersebut di atas, jelaslah bahwa IMAN bukan sekedar Percaya, karena, jika hanya percaya maka aspek yang terlibat di dalam Iman tersebut baru berada pada aspek Hati, dan belum menyentuh wilayah Ucapan dan Tindakan.

Muslim yang  jeli, cerdas dan berfikir pastilah ingin lebih lanjut memahami IMAN tersebut sebagai sesuatu yang Sangat Berarti, ketimbang memahami Iman sebagai Percaya dan tidak berbeda samasekali dengan pemahaman Yahudi dan Nasrani.

Buku-buku yang ada tersebar di Indonesia sudah berurat berakar di kehidupan Pola Pikir Umat Islam yang menyatakan bahwasanya IMAN adalah PERCAYA, sehingga dengan mudahnya orang yang dangkal dasar pola piker dan pemahamannya menyatakan Iman sebagai sesuatu yang tidak memiliki MAKNA yang BERBOBOT.

Bobot Iman seseorang sangat ditentukan oleh dasar pemahamannya dan terbentuknya Pola Pikir yang tangguh berdasarkan Wahyu dan Sunnah Rasulullah.

Al-Imaanu Yazid wa Yanqush,  Iman (seseorang) itu adakalanya Turun dan adakalanya Naik.

Kalau seseorang memaknai IMAN sebagai PERCAYA, maka, orang ersebut akan  memahami QUR’AN & SUNNAH RASUL hanya dengan Perasaan saja yaitu PERCAYA, Dan Tidak pernah menyentuh wilayah Ucapan dan Tindakan, maka terjadilah ‘pembiasan’ pola piker terhadap Ajaran ALLAH SWT, yaitu Al-Qur’an .

Berangkat dari prosesi pembelajaran bahwasanya IMAN dadalah bentuk sinergi dan integrasi dari Hati, Ucapan dan Tindakan, maka, dapat dipastikan, seorang MU’MIN adalah orang yang selalu ADIL dan JUJUR dalam bertindak, karena HATINYA, UCAPANNYA dan TINDAKANNYA selalu selaras dan harmoni, maka terciptalah INSAN yang KAMIL, IHSAN dan MU’MIN.

Pemahaman yang baik dan benar tentang IMAN, akan membawa seseorang Muslim memiliki Pola Pikir yang cerdas dan tidak mudah terprovokasi atau termakan hasud dari dan oleh siapapun. Dari sinilah secara cerdas, kita dapat memahami QADHA dan QADAR dengan Kacamata IMAN yang Baik dan Benar.

Qadha adalah Kepastian ALLAH

Qadar adalah Rancangan ALLAH

Qadar & Qadha selalu bergandengan, karena secara bahasa, RANCANGAN dan KEPASTIAN dari ALLAH.

Qadruhu khairuhu wa Syarruhu Minallah….Rancangan (Taqdir) Baik maupun Buruk adalah berasala dari ALLAH  (Ciptakan).

Jadi, secara bahasa Indonesia, agar dapat dipahami oleh Muslim Indonesia, Taqdir (Qadr) adalah Rancangan dari Allah dengan Qadha (Kepastian) yang saling berhubungan.

Allah MERANCANG bahwa, Tumbuhan yang di sirami air dan ‘dirawat’ akan memiliki KEPASTIAN tumbuh subur yang pada akhirnya tumbuh bunga dan berbuah.

Allah telah merancang kehidupan (budaya) manusia, contoh jika manusia tersebut melakukan Rancangan berbuat Sesuai AJARAN ALLAH, maka KEPASTIAN nya ia akan memperoleh JANNAH, dan sebaliknya, jika manusia tersebut  ‘merancang’ kehidupannya bukan dengan AJARAN ALLAH, maka kepastiannya dia akan memperoleh Kehidupan JAHANNAM.

Rancangan Allah: Bertemunya Sel Telur (Ovum) dengan Sel Sperma dari jenis / spesies yang sama, maka KEPASTIAN nya adalah akan terjadi pembuahan, kemudian dilanjutkan dengan proses berikutnya seperti, terbentuknya segumpal darah, tulang, daging, kulit dan lain sebagainya hingga lahirnya seorang bayi ke atas muka bumi ini.

Demikianlah sekilas sederhana tentang pemahaman Qadha dan Qadar dalam Rukun IMAN.

Wallahu a’lam

SHW

  • ZAKAT, INFAQ DAN SHADAQAH
  • DEFINISI ZAKAT
  • SYARAT WAJIB ZAKAT
  • WATAK ZAKAT
  • SUMBER ZAKAT

Surat : At –taubah : 103

Zakat akan membersihkan harta dari segala kotoran yang menyebabkan sucinya jiwa

Surat : Ar –rum : 39

Dengan harta yang kita sisihkan melalui zakat akan terjadi perputaran harta di kalangan faqir miskin yang akan menyebabkan pemerataan kesejahteraan
dan kemakmuran di seluruh sendi kehidupan  masyarakat
Al Baqoroh : 276

Dengan zakat akan terwujud hubungan yang harmonis antar sesama manusia sehingga tercipta keamanan, kedamaian dan ketenangan dalam kehidupan
SYARAT WAJIB BERZAKAT

  1. Muslim
  2. Milik Sempurna
  3. Cukup Nisab (surplus minimum)
  4. Cukup Haul (Cukup Umur/ waktu)
  5. Harta yang halal

WATAK ZAKAT YANG MEMBERDAYAKAN

  1. MENDORONG IDLE ASSET AGAR MENJADI FAKTOR PRODUKTIF
  2. BERVISI MENGUBAH MUSTAHIK (PENERIMA ZAKAT) MENJADI MUZAKI (PEMBERI ZAKAT)
  3. DIKELOLA SECARA PROFESIONAL KEARAH  PEMBERDAYAAN
  4. MEMPRIORITASKAN MUSTAHIK KE ARAH KESHOLEHAN.

SUMBER ZAKAT

  • ZAKAT FITRAH ( ZAKAT JIWA / BADAN)
  • ZAKAT MAAL ( ZAKAT HARTA )

APA SAJA ZAKAT HARTA:

  • Zakat Fitrah ( Zakat Jiwa / Badan)
  • Zakat Maal ( Zakat Harta )

———————————————————–

CARA MENGHITUNG ZAKAT FITRAH:

DALIL:

Dari Ibnu ‘Umar ra berkata : “ Rosulullah saw mewajibkan zakat fitrah satu sha’ (2,176 kg) kurma atau gandum pada budak, orang merdeka, lelaki, perempuan, anak kecil, orang dewasa dari umat Islam dan memerintahkan sebelum
mereka keluar utk sholat (Idul Fitri) (Muttafaqqun ‘alaih)

WAKTU PEMBAYARAN

  1. WAJIB MEMBAYAR ZAKAT FITRAH YAITU DITANDAI DENGAN TENGGELAMNYA MATAHARI DI AKHIR BULAN RAMADHAN.
  2. BOLEH MENDAHULUKAN ATAU MEMPERCEPAT PEMBAYARAN ZAKAT FITRAH DARI WAKTU WAJIB TERSEBUT ( SELAMA BULAN RAMADHAN ).

ZAKAT PERHIASAN EMAS & PERAK

  1. NISAB 85 GR, HAUL 1 TAHUN, KADAR ZAKATNYA 2,5 %
  2. EMAS YANG TIDAK DIPAKAI WAJIB DI ZAKATKAN
  3. EMAS YANG DIPAKAI SECARA WAJAR DAN TIDAK BERLEBIHAN TIDAK WAJIB DIZAKATKAN

( Emas yang tersimpan x 2,5 % )

CONTOH MENGHITUNG ZAKAT EMAS

Ibu Fatma memiliki perhiasan emas sebanyak 120 gram, ( Kalung 30 gr, Cincin 40 gr, dan Gelang 50 gr ) emas  yang biasa dipergunakan tak lebih dari 20 gr nya dalam kesehariannya ( walaupun tukar ganti ), setelah berjalan 1 tahun,berapa zakat yang harus dikeluarkannya ?

JAWAB

  • Jumlah perhiasan emas :120 gram
  • Yang di pakai dlm keseharian :  20 gram
  • Emas yang tersimpan :120 – 20 = 100 gram
  • Nishab zakat emas adalah 85 gr
  • Perhiasan emas yang dimiliki oleh ibu Fatmah sudah wajib dizakati karena melebihi nishab dan mencapai haul.

MENGHITUNGNYA

100 gr x 2,5 % : 2,5 gr yang harus dizakati ( ketika di tunaikan dapat di tukarkan ke uang     dengan  harga per gram pada saat itu )

——————————————————-

ZAKAT PENGHASILAN / PROFESI

DALIL QUR’AN

“ Hai orang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang kami  keluarkan dari bumi utk kamu . Dan janganlah kamu memilih yg buruk-buruk lalu kamu nafkahkan dari padanya padahal kamu sendiri tidak mau  mengambilnya melainkan dg memicingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji. (QS 2 : 267)

ZAKAT PROFESI : Zakat pendapatan yang diperoleh dari hasil profesinya.

SIFAT PEMOTONGAN ZAKAT PROFESI:

Bruto Relatif artinya, Pemotongan bruto setelah dikurangi iuran/ pemotongan yang melekat ( Pajak )

PENGHITUNGAN ZAKAT PROFESI:

DI ANALOGIKAN KE PERTANIAN

Nisab   : 653 Kg Beras

Haul     : Ketika Menghasilkan

Kadar   :  2,5 %

CONTOH HITUNG ZAKAT PROFESI

Bapak Ahmad adalah seorang karyawan sebuah perusahaan swasta. Setiap awal bulan ia mendapat gaji dari perusahaan tersebut (take home pay) sebesar Rp 6.000.000,-. Dari gaji tersebut beliau keluarkan untuk kebutuhan pokok, biaya rumah tangga (dapur) sebesar Rp 3.000.000,-, untuk sekolah 2 orang anaknya sebesar Rp 1.000.000,-, membayar cicilan rumah sebesar Rp 750.000,-, bayar telepon dan listrik 500.000,- Apakah bpk. Ahmad wajib membayar zakat ? Jelaskan

JAWAB :

Langkah I ( Hitung Nisab ) terlebih dahulu

653 Kg x Rp 5.000 ( harga beras ): Rp. 3.265.000,-

Jadi Pak Ahmad wajib berzakat karena pendapatannya melebihi dari Nisab.

HITUNGAN :

Rp. 6.000.000 x 2,5 %             :Rp. 150.000,-

———————————

ZAKAT PERNIAGAAN

  1. Mencapai nisab 85 gram emas
  2. Cukup haul 1 tahun
  3. Kadar zakatnya 2,5%
  4. Sifat perniagaan ( Produksi dan Trading )

BERSIFAT TRADING :

( Modal berputar + Laba + Piutang ) – ( Hutang + Rugi )


BERSIFAT PRODUKSI

( Aktiva lancar – Kewajiban jangka pendek )
CONTOH PENGHITUNGAN TRADING

Ibu Azizah seorang pedagang kelontong, dengan memiliki modal berjalan sebesar Rp 10.000.000,-. Setiap bulannya ia mendapatkan keuntungan bersih sebesar Rp 2.000.000,- /bulan. Usaha sudah berjalan selama 1 Th pada tahun tersebut ia mempunyai piutang yang dapat dicairkan sebesar Rp 2.000.000,- tetapi hutang yang harus ia bayar pada tahun itu sebesar Rp 5.000.000,-.

Jawab

  • Nishabnya adalah 85 gr emas
  • Haul  1 tahun dan Kadar 2,5%.

( Asumsi emas Rp. 175.000 / gr x 85 gr : Rp. 14.875.000 )

HITUNGANNYA

Modal Berjalan                                                                       Rp 10.000.000,-

Keuntungan bersih/ bulan @Rp 2.000.000,- x12 bulan          Rp.24.000.000,-

Piutang pada tahun itu                                                           Rp   2.000.000,-

Hutang pada tahun itu                                                            Rp   5.000.000,-

(Modal berjalan + untung + piutang ) – (hutang ) x 2,5%= zakat

(10.000.000 + 24.000.000 + 2.000.000) – (5.000.000,-) x 2,5% =

Rp 775.000,-

Jadi zakatnya adalah Rp 775.000,-

————————–

ZAKAT INVESTASI

  1. Yg dizakatkan adalah hasil yg  diperoleh dari investasi berupa tanah, bangunan, mobil rumah dsb.
  2. Nisabnya disetarakan dg   zakat pertanian (Yusuf Qordhowi, Muhammad Abu       Zahrah, Abdul Wahab Khallaf dll).
  3. Kadarnya 5% atau 10 %
  4. Haulnya ketika menghasilkan

CONTOH HITUNG ZAKAT INVESTASI

Hj. Azmi adalah seorang yang kaya raya, ia memiliki rumah kontrakan berjumlah 20 petak rumah, karena sifatnya yang dermawan, arif dan bijaksana, ia menyewakan rumah kontrakannya tidak terlalu mahal, perbulannya seharga Rp 400.000,-/rumah. Setiap bulannya Hj Azmi mengeluarkan Rp 500.000,- untuk biaya perawatan seluruh rumah kontrakannya.


JAWAB:

Nisabnya 653 kg beras (analogi ke pertanian)

(Asumsi Rp.5000/kg beras x 653  : Rp. 3.265.000

Kadarnya 5 % ( di hitung secara netto )


HITUNGANNYA:
20 rumah petak x @ Rp. 400.000/bulan      : Rp. 8.000.000

Biaya Perawatan / bulan                              : Rp.    500.000

( Perolehan hasil investasi – Biaya x 5 % )


Rp. 8.000.000 – 500.000 = 7.500.000 x 5 % = Rp. 375.000,

jadi zakatnya adalah Rp 375.000

ZAKAT UANG SIMPANAN

  1. 1. MENCAPAI NISAB 85 GRAM EMAS
  2. 2. CUKUP HAUL  1 TAHUN
  3. 3. DARI SUMBER YG HALAL BUKAN SYUBHAT / HARAM

CONTOH ZAKAT TABUNGAN

Seorang karyawati di sebuah perusahaan swasta terkenal membuka rekening tabungannya pada awal bulan Oktober 2003 sebesar Rp 5.500.000,- pada tanggal 24 Oktober ia menyimpan sebanyak Rp 10.000.000,- kemudian dua hari setelah itu ia menyimpan kembali sebanyak Rp 500.000,- pada bulan November ia mengambil untuk sebuah keperluan sebesar Rp 2.000.000,- lalu mulai bulan Januari sampai bulan September ia menyisihkan uangnya untuk ditabung setiap bulannya sebesar Rp 300.000,- dengan bunga yang di peroleh sebesar Rp. 500.000 dalam 1 tahun itu

Contoh Zakat Tabungan

Tgl Keterangan Debet Kredit Saldo
1 oct 03 Saldo awal 5.500.000 5.500.000
24 Oct 03 Simpan 10.000.000 15.500.000
26 Oct 03 Simpan 500.000 16.000.000
Nov 03 Ambil 2.000.000 14.000.000
Januari Simpan 500.000 14.500.000
Feb Simpan 500.000 15.000.000
Maret Simpan 500.000 15.500.000
Maret Bunga 500.000 16.000.000
April Simpan 500.000 16.500.000
Mei Simpan 500.000 17.000.000
Juni Simpan 500.000 17.500.000
Juli Simpan 500.000 18.000.000
Agustus Simpan 500.000 18.500.000
September Simpan 500.000 19.000.000
Saldo Akhir 19.000.000

HITUNG ZAKAT TABUNGAN

Saldo awal bulan Oktober 2003                   Rp 5.500.000,-

Menabung pada 24 Oktober                                    Rp 10.000.000,-

Menabung pada 26 Oktober                                    Rp 500.000,-

Diambil pada bulan November                    Rp 2.000.000,-

Dari Januari s/d September

Rp 500.000,- x 9                                  Rp 4.500.000,-

Dapat bunga                                                  Rp.   500.000

Saldo akhir tercatat                                      Rp. 19.000.000

( ASUMSI NISAB : RP. 17.000.000 )


PENGHITUNGA ZAKATNYA ADALAH

Saldo akhir – bunga x 2,5 %

19.000.000 – 500.000 x 2,5 % : Rp. 462.500

JADI ZAKATNYA ADALAH RP 462.500,

——————————————

ZAKAT HADIAH DAN SEJENISNYA

  • Jika terkait dengan pekerjaannya disetarakan dg zakat profesi kadarnya 2,5 %
  • Jika berbentuk hibah maka disetarakan dengan rikaz,  zakatnya 20%
  • Jika hadiah tersebut ada usaha jerih payah untuk menghasilkannya baik berupa tenaga ataupun pikiran seperti want’s to be a milioner, maka zakatnya 2,5%
  • jika tidak ada usaha sama sekali sehingga mirip dengan rikaz, maka zakatnya 20%
  • jika ada usaha tetapi minim maka zakatnya antara 5% – 10 %

SEMOGA BERMANFAAT.

TERIMA KASIH SUDAH SEMPET MAMPIR DI BLOG SAYA YANG SEDERHANA INI.

SALAM

Bogor, Juli 03, 2009.

SAFRIN HERUWANTO DZULFIKAR

heru2

Born: Jakarta, Dec. 25, 1969

Villa Nusa Indah Blok AA7 No. 19

Bojong Kulur Gunung Putri

Bogor Jawa Barat 16969

ISLAMIC CENTER FOR INDONESIAN DEVELOPMENT

Tel ID: 0813.4179.6885; 0818.0644.5166; +6221.8240.9556 (Res.)

Email: s_heruwanto@yahoo.com; sahewa@yahoo.com

Nationality: Indonesia

Organisation profile: http://larasluhur.wordpress.com

Skills:

Islamic NLP

Thibbun Nabawi

Education & Training Management

Capacity Building

Project management

Community Development

Monitoring & Evaluation System

Corporate Social Responsibility

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.